IBADAH HAJI & UMRAH
Ibadah Haji dan Umroh adalah dua jenis ibadah yang sangat penting dalam agama Islam. Keduanya melibatkan perjalanan ke Makkah, namun memiliki perbedaan dalam tata cara, waktu pelaksanaan, dan syarat-syaratnya. Berikut penjelasan lengkap mengenai ibadah Haji dan Umroh:
Ibadah Haji
Pengertian
- Secara bahasa, haji berasal dari kata al-Hajj yang artinya "Menyegaja Sesuatu".
- Sedangkan, menurut syaraknya, haji berarti menyengaja mengunjungi Baitullah di Mekah untuk melaksanakan rangkaian ibadah yang telah diatur ketentuan dan tata caranya dalam Syariat Islam
- Haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang mampu, sekali seumur hidup. Pelaksanaan Haji dilakukan pada waktu tertentu, yaitu pada bulan Dzulhijjah.
Syarat Sah Haji
1. Islam: Haji hanya sah dilakukan oleh orang yang beragama Islam. Seorang non-Muslim tidak sah melakukan ibadah Haji.
2. Baligh (Dewasa): Pelaksana Haji harus sudah mencapai usia baligh, yaitu usia di mana seseorang telah mencapai kematangan fisik dan reproduksi.
3. Berakal: Orang yang melaksanakan Haji harus dalam keadaan berakal sehat dan tidak dalam kondisi gila atau hilang akal.
4. Merdeka: Haji hanya sah bagi orang yang merdeka. Pada zaman dahulu, budak tidak diwajibkan untuk melakukan Haji.
5. Mampu (Istitha'ah): Orang yang melaksanakan Haji harus memiliki kemampuan, baik dari segi finansial, fisik, dan keamanan. Kemampuan finansial meliputi biaya perjalanan, biaya hidup selama di Tanah Suci, serta biaya untuk keluarga yang ditinggalkan. Kemampuan fisik berarti sehat dan kuat untuk menjalankan rangkaian ibadah Haji. Kemampuan keamanan berarti dalam kondisi aman untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci.
6. Ihram: Memasuki keadaan ihram dengan niat Haji dari miqat yang telah ditentukan. Ihram menandai dimulainya ibadah Haji dan harus dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
7. Waktu Pelaksanaan: Haji hanya sah dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu pada bulan Dzulhijjah. Wukuf di Arafah harus dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Wajib Haji
1. Ihram dari Miqat: Memulai niat dan mengenakan pakaian ihram dari tempat yang telah ditentukan (miqat) sebelum memasuki wilayah Tanah Suci. Miqat adalah batas-batas geografis yang telah ditetapkan bagi jamaah Haji untuk memulai ihram.
2. Mabit di Muzdalifah: Bermalam di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah pada malam tanggal 10 Dzulhijjah. Mabit di Muzdalifah dilakukan untuk mempersiapkan diri sebelum melontar jumrah di Mina.
3. Mabit di Mina: Bermalam di Mina pada malam-malam hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Ini adalah bagian dari rangkaian ibadah Haji setelah melontar jumrah.
4. Melontar Jumrah: Melontar batu kerikil ke tiga jumrah (Jumrah Ula, Jumrah Wusta, dan Jumrah Aqabah) di Mina. Melontar jumrah merupakan simbol perlawanan terhadap godaan setan dan dilakukan pada hari-hari Tasyriq.
5. Thawaf Wada’: Melakukan thawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah. Thawaf ini dilakukan setelah menyelesaikan semua rangkaian ibadah Haji sebagai bentuk perpisahan dengan Baitullah.
Rukun Haji
1. Ihram: Niat memulai ibadah Haji dari miqat dan mengenakan pakaian ihram. Ihram menandakan dimulainya ibadah Haji dan disertai dengan niat khusus untuk melaksanakan Haji.
2. Wukuf di Arafah: Berdiam di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dari waktu dzuhur hingga maghrib. Wukuf di Arafah adalah puncak dari ibadah Haji dan merupakan rukun yang paling utama.
3. Thawaf Ifadah: Mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Thawaf ini dilakukan setelah wukuf di Arafah dan merupakan salah satu bagian penting dari ritual Haji.
4. Sa’i: Berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i dilakukan setelah thawaf ifadah dan merupakan bagian dari rukun Haji.
5. Tahallul: Mencukur atau memotong sebagian rambut kepala sebagai tanda keluar dari keadaan ihram. Tahallul dilakukan setelah melaksanakan thawaf dan sa’i.
6. Tertib: Melaksanakan rukun-rukun Haji dalam urutan yang benar. Tertib berarti mengikuti urutan pelaksanaan yang telah ditentukan dalam syariat Islam.
Cara Pelaksanaan Ibadah Haji
1. Persiapan Sebelum Berangkat
a. Niat dan Persiapan Spiritual:
- Memperkuat niat untuk melaksanakan Haji semata-mata karena Allah.
- Mempelajari tata cara dan rukun Haji.
- Meminta maaf dan merestui orang tua, keluarga, dan kerabat.
b. Persiapan Fisik dan Mental:
- Melakukan pemeriksaan kesehatan dan memastikan kondisi fisik siap untuk melaksanakan Haji.
- Mengikuti manasik Haji (pelatihan) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama atau lembaga Haji.
c. Persiapan Administrasi:
- Mengurus paspor, visa Haji, dan dokumen perjalanan lainnya.
- Menyediakan dana yang cukup untuk biaya perjalanan dan kebutuhan selama di Tanah Suci.
2. Ihram dari Miqat
a. Miqat:
- Memasuki keadaan ihram dari miqat yang telah ditentukan sesuai dengan rute perjalanan.
b. Niat:
- Melafalkan niat Haji, misalnya: "Labbaik Allahumma Hajjan"
- Mengenakan pakaian ihram.
c. Larangan dalam Ihram:
- Menghindari larangan-larangan ihram seperti mencukur rambut, memotong kuku, menggunakan wewangian, dan hubungan suami-istri.
3. Menuju Makkah dan Melakukan Thawaf Qudum
a. Thawaf Qudum:
- Mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.
b. Shalat Sunnah Thawaf:
- Melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.
c. Minum Air Zamzam:
- Minum air zamzam dan berdoa.
4. Sa’i antara Shafa dan Marwah
a. Sa’i:
- Berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
- Dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.
5. Wukuf di Arafah
a. Tanggal 9 Dzulhijjah:
- Berdiam diri di Padang Arafah dari dzuhur hingga maghrib.
- Memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar.
6. Mabit di Muzdalifah
a. Setelah Maghrib pada 9 Dzulhijjah:
- Berangkat ke Muzdalifah dan bermalam di sana.
- Mengumpulkan batu kerikil untuk melontar jumrah.
7. Melontar Jumrah Aqabah
a. Tanggal 10 Dzulhijjah:
- Melontar jumrah Aqabah dengan tujuh batu kerikil.
- Menyembelih hewan kurban (bagi yang melakukan Haji Tamattu' atau Qiran).
- Melaksanakan tahallul awal dengan mencukur atau memotong sebagian rambut.
8. Thawaf Ifadah
a. Thawaf Ifadah:
- Kembali ke Makkah untuk melakukan thawaf ifadah, mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
b. Sa’i (Jika Belum Melakukan Setelah Thawaf Qudum):
- Jika belum melakukan sa’i setelah thawaf qudum, maka melakukan sa’i setelah thawaf ifadah.
9. Mabit di Mina
a. Hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah):
- Bermalam di Mina.
- Melontar tiga jumrah (Ula, Wusta, Aqabah) setiap hari.
10. Thawaf Wada’
a. Sebelum Meninggalkan Makkah:
- Melakukan thawaf wada’ (thawaf perpisahan) sebanyak tujuh kali.
- Tidak ada sa’i setelah thawaf wada’.
Sunnah Haji
1. Thawaf Qudum: Melakukan thawaf di sekitar Ka'bah sebelum memulai ibadah Haji.
2. Sunnah Wukuf: Meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam, karena itu adalah sunnah Nabi Muhammad SAW.
3. Berzikir dan Berdoa di Arafah: Menghabiskan waktu di Arafah dengan berzikir, berdoa, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
4. Memperbanyak Istighfar: Meningkatkan istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT selama berada di Muzdalifah dan di tempat-tempat suci lainnya.
5. Memperbanyak Shalat di Mina: Melaksanakan shalat sunnah di Mina, terutama shalat Dhuha dan shalat tahajjud.
6. Mabit di Muzdalifah: Menghabiskan malam di Muzdalifah dan memperbanyak ibadah di sana.
7. Melontar Jumrah setelah Matahari Terbit: Melontar jumrah setelah matahari terbit pada hari Tasyriq, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
8. Memperbanyak Doa dan Zikir: Memperbanyak doa, zikir, dan istighfar selama pelaksanaan semua ritual ibadah Haji.
9. Memperbanyak Tawaf: Melakukan tawaf tambahan di sekitar Ka'bah jika memungkinkan.
10. Mencukur Rambut dengan Memotong Semua Rambut: Meskipun mencukur rambut sebagian adalah wajib, mencukur seluruh rambut kepala merupakan sunnah yang dianjurkan.
11. Mengunjungi Makam Rasulullah SAW di Madinah: Jika memungkinkan, mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW di Madinah dan mendoakan beliau.
12. Berbuat Baik kepada Sesama Jamaah Haji: Membantu sesama jamaah Haji dan berbuat baik kepada mereka selama perjalanan ibadah Haji.
Dalil Haji
"Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (Surah Ali Imran 3:97)
Hadist
“Wahai manusia! Sungguh Allah telah mewajibkan haji atas kamu sekalian, maka kerjakanlah haji” (HR Muslim)
Ibadah Umrah
Pengertian
Umrah secara bahasa berarti "ziarah" atau "kunjungan". Dalam konteks Islam, Umrah adalah ziarah ke Ka'bah yang dilakukan dengan niat tertentu dan melibatkan beberapa ritual ibadah, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.
Rukun dan Wajib Umrah
Umrah terdiri dari beberapa rukun dan kewajiban yang harus dilakukan agar Umrah tersebut sah:
1. Ihram:
- Pengertian: Keadaan suci yang harus diambil oleh jamaah Umrah sebelum memasuki Mekah.
- Proses: Jamaah mengenakan pakaian ihram (dua helai kain putih tanpa jahitan untuk laki-laki, pakaian sederhana yang menutup aurat bagi perempuan) dan berniat melakukan Umrah serta membaca talbiyah ("Labbaik Allahumma Labbaik...").
2. Tawaf:
- Pengertian: Mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran.
- Proses: Tawaf dimulai dari Hajar Aswad (batu hitam) dan dilakukan dengan berlawanan arah jarum jam. Setiap putaran dimulai dan diakhiri dengan melambaikan tangan atau mencium Hajar Aswad jika memungkinkan.
3. Sa'i:
- Pengertian: Berjalan bolak-balik antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
- Proses: Dimulai dari bukit Safa dan diakhiri di bukit Marwah, dengan niat meniru perjuangan Hajar, istri Nabi Ibrahim, dalam mencari air untuk putranya, Ismail.
4. Tahallul:
- Pengertian: Cukur rambut atau memotong sebagian rambut sebagai tanda berakhirnya ihram.
- Proses: Laki-laki biasanya mencukur seluruh rambut kepala, sedangkan perempuan memotong sebagian kecil rambutnya.
5. Tertib:
- Pengertian: Melaksanakan seluruh rangkaian ritual Umrah sesuai urutannya.
Manfaat dan Hikmah Umrah
1. Pembersihan Diri: Umrah dianggap sebagai kesempatan untuk menghapus dosa-dosa dan memperbaiki diri.
2. Penguatan Iman: Menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah melalui ibadah yang penuh dengan pengorbanan dan kesabaran.
3. Persaudaraan Islam: Bertemu dan beribadah bersama umat Islam dari berbagai negara, meningkatkan rasa persaudaraan dan solidaritas.
4. Pengalaman Spiritual: Memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, mendekatkan diri kepada Allah, dan memperkuat hubungan dengan-Nya.
Cara Pelaksanaan Ibadah Umrah
1. Persiapan Sebelum Berangkat
- Niat yang Ikhlas: Pastikan niat untuk melaksanakan Umrah hanya untuk mencari ridha Allah.
- Pendidikan dan Pengetahuan: Pelajari tata cara dan doa-doa yang diperlukan selama Umrah.
- Kesehatan dan Persiapan Fisik: Pastikan dalam kondisi kesehatan yang baik dan siap secara fisik untuk melaksanakan ibadah.
- Dokumen dan Logistik: Pastikan semua dokumen perjalanan (paspor, visa Umrah, tiket, dll) sudah lengkap dan tersusun dengan baik.
2. Ihram
a. Miqat: Ihram dimulai dari miqat (tempat memulai niat Ihram) tertentu, yang berbeda-beda tergantung dari mana jamaah datang.
b. Mandi dan Pakaian Ihram:
- Mandi sunnah sebelum mengenakan ihram.
- Pria mengenakan dua helai kain ihram putih tanpa jahitan (rida' untuk bagian atas dan izar untuk bagian bawah). Wanita mengenakan pakaian yang menutup aurat tetapi tidak boleh memakai cadar atau sarung tangan.
c. Niat dan Talbiyah:
- Setelah mengenakan pakaian ihram, jamaah mengucapkan niat Umrah: "Labbaika Umratan" (Aku penuhi panggilan-Mu untuk Umrah).
- Mengucapkan talbiyah: "Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal-Hamda wan-Ni’mata Laka wal-Mulk, Laa Syariika Lak."
3. Tawaf
a. Memasuki Masjidil Haram: Masuk ke Masjidil Haram dengan kaki kanan dan membaca doa masuk masjid.
b. Mengawali Tawaf: Memulai tawaf dari Hajar Aswad. Jika memungkinkan, cium Hajar Aswad, jika tidak, cukup melambai ke arahnya.
c. Tawaf:
- Mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran berlawanan arah jarum jam.
- Pada setiap putaran, disarankan membaca doa atau dzikir.
4. Sa'i
a. Dari Safa ke Marwah:
- Setelah selesai tawaf, lakukan shalat sunnah di belakang Maqam Ibrahim dan minum air Zamzam.
- Memulai Sa'i dari bukit Safa dengan niat Sa'i dan membaca doa.
- Berjalan dari Safa ke Marwah sebanyak tujuh kali (dihitung dari Safa ke Marwah satu kali, dari Marwah ke Safa satu kali).
- Disunnahkan untuk berlari-lari kecil (jogging) antara dua tanda hijau bagi pria.
5. Tahallul
a. Cukur atau Potong Rambut:
- Setelah selesai Sa'i, lakukan tahallul dengan mencukur atau memotong sebagian rambut.
- Pria biasanya mencukur seluruh rambut kepala, sedangkan wanita memotong ujung rambut sekitar satu atau dua sentimeter.
6. Menyelesaikan Umrah
- Setelah tahallul, jamaah telah selesai melaksanakan Umrah dan boleh melepas pakaian ihram.
- Dianjurkan untuk berdoa dan bersyukur kepada Allah atas kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan ibadah Umrah.
Doa-Doa dalam Umrah
1. Doa Niat Ihram: "Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal-Hamda wan-Ni’mata Laka wal-Mulk, Laa Syariika Lak."
2. Doa Ketika Memulai Tawaf: "Bismillahi Allahu Akbar."
3. Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad: "Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adhaban nar."
4. Doa Ketika di Bukit Safa dan Marwah: "Innassafa wal marwata min sya'aairillah."
Dalil Ibadah Umrah
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka sembelihlah hewan kurban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajib atasnya berpuasa, atau bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) hewan kurban yang mudah didapat. Tetapi jika tidak menemukan (hewan kurban atau tidak mampu), maka (wajib berpuasa) tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya." (Surah Al-Baqarah 2:196)
Dalil Hadist
"Umrah ke umrah yang lain adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga." (HR. Bukhari dan Muslim)
Perbedaan Antara Umrah dan Haji
1. Waktu Pelaksanaan:
- Umrah: Bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
- Haji: Dilakukan pada waktu tertentu, yaitu antara 8-12 Dzulhijjah.
2. Hukum:
- Umrah: Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan), meskipun ada pendapat yang mewajibkannya sekali seumur hidup.
- Haji: Wajib bagi yang mampu, sekali seumur hidup.
Kesimpulan
IBADAH HAJI
Ibadah haji merupakan perjalanan suci yang penuh makna dan hikmah. Dengan melaksanakan haji, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT, menjadi pribadi yang lebih baik, dan memperkuat persaudaraan sesama umat Islam.
Hal-Hal penting dalam ibadah haji:
- Ibadah haji merupakan ibadah fisik dan spiritual yang membutuhkan persiapan yang matang.
- Calon jamaah haji harus memiliki ilmu pengetahuan yang cukup tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji.
- Ibadah haji adalah ibadah yang penuh dengan ujian dan cobaan.
- Ibadah haji adalah kesempatan untuk meraih pahala yang besar dan ampunan dari Allah SWT.
IBADAH UMROH
Umroh merupakan ibadah yang sangat mulia dan memiliki banyak keutamaan. Bagi umat Islam yang mampu.
Tips:
- Persiapkan diri dengan baik sebelum berangkat umroh, baik secara fisik, mental, maupun finansial.
- Pelajari tata cara umroh dengan benar.
- Bawalah pakaian dan perlengkapan yang sesuai.
- Jagalah kesehatan dan stamina selama perjalanan.
- Khusyuklah dalam menjalankan ibadah umroh.

Komentar
Posting Komentar